10 Langkah dan Cara Menggunakan Kamera Analog

Kamera analog kembali menerima popularitasnya beberapa tahun belakangan. Jenis kamera ini, kian diminati para fotografer dari pelbagai kalangan dan generasi.

Melalui media sosial Instagram misalnya, hasil jepretan kamera analog banyak dipamerkan dan mendulang puji dari penikmat maupun pengamat.

Jika Anda adalah salah satu orang yang tertarik dengan jenis kamera ini namun belum mengetahui cara menggunakannya. Cukup mengikuti langkah-langkah berikut ini.

Cara Menggunakan Kamera Analog

Cara Menggunakan Kamera Analog

Pada dasarnya, kamera analog adalah versi lama dari kamera digital yang dikenal saat ini. Perbedaan paling mendasar keduanya terletak pada media penyimpanannya, dimana kamera digital menyimpan dalam bentuk soft file untuk diolah nanti.

Sementara, kamera analog akan langsung mencetak gambar yang telah dipotret sebelumnya. Untuk lebih mengenal kamera analog serta prosedur penggunaannya, berikut ini bagian yang bisa Anda pelajari.

1. Kamera Jenis 35 mm

Sebelum menggunakannya, Anda terlebih dulu harus memahami jenis serta komponen yang ada pada jenis kamera ini. Kamera analog sendiri tidak bisa dihapus sebagaimana kamera digital bekerja.

Dalam penggunaannya pula, kamera ini membutuhkan baterai serta film untuk menghasilkan gambar. 35 mm, adalah jenis yang paling umum digunakan dan yang paling banyak dijual di pasaran.

2. Pilih Kamera yang Sesuai dengan Penggunanya

Meski kamera lawas, harga kamera analog tak bisa dikatakan murah. Untuk itu, Anda juga perlu menyesuaikan dengan bujet yang Anda miliki serta kebutuhan dalam penggunaannya.

Kamera ini juga memiliki varian harga yang berbeda, semisal single lens reflex (SLR), range finder hingga point and shoot. Kamera SLR umum digunakan secara manual.

Untuk menggunakannya, Anda juga perlu memahami dasar fotografi secara umum. Termasuk, menentukan kombinasi segitiga eksposur yang sesuai karena harga kamera ini yang tergolong mahal.

Kamera range finder di sisi lain, merupakan kamera yang penentuan fokusnya perlu menggabungkan dua titik menjadi satu dengan view finder. Sementara untuk pemula, akan lebih baik menggunakan kamera point and shoot atau kamera poket.

3. Pilih Film yang Segar/Baru

Terdapat beberapa brand film yang bisa Anda gunakan. Setiap brand tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, yang tentu akan mempengaruhi hasil potret nantinya. Baik pada foto hitam putih maupun warna.

Untuk itu, Anda perlu memilih film yang masih segar dan belum kadaluarsa. Jika demikian, warna pada hasil foto nantinya tak akan keluar dan Anda akan mendapatkan gambar yang mengecewakan.

Anda bisa memilih ISO bergantung dari jenis film yang digunakan. Semakin tinggi angka yang tercantum maka semakin terang pula gambar yang diambil.

4. Yakin Sebelum Menekan Shutter

Roll film yang dimiliki jenis kamera ini sangat terbatas dan tak bisa dihapus. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar yakin ketika akan membidik sebuah gambar. Sangat berbeda dengan kamera analog dimana Anda bebas memotret sebagai percobaan.

Untuk pemula, jangan khawatir perihal komposisi. Sebagai individu yang baru belajar, penting untuk fokus terhadap pemahaman dasar, pengaplikasian serta progress hasil yang baik. Dengan begitu, hasil yang didapatkan akan membaik seiring waktu.

Baca Juga: Bagian-Bagian Kamera DSLR yang Wajib Diketahui

Tips Memilih Kamera Analog

Sebelum memutuskan membeli kamera analog, ada beberapa aspek yang perlu Anda perhatikan.

1. Pahami Jenis Film dan Baterai

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, semua kamera analog membutuhkan film khusus. Jenis film ini, sangat menentukan kualitas yang didapatkan nantinya terlebih dengan harga yang relatif mahal.

Untuk mengantisipasi biaya besar yang mungkin muncul, lebih baik jika Anda memilih kamera yang mampu menerima semua tipe film. Sulit jika Anda harus selektif dalam pemilihan film sementara biaya yang dimiliki terbatas.

Tak hanya itu, baterai juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Hal ini karena mayoritas kamera analog beroperasi dengan mengandalkan baterai. Beberapa menggunakan baterai AA dan AAA. Meski, beberapa yang lain menggunakan baterai jam tangan seumpama CR123 atau LR44.

2. Pastikan Fungsi Utama Berjalan

Jika Anda memilih membeli kamera analog bekas, pastikan fungsi utamanya berjalan dengan baik. Meski, wajar apabila terdapat sejumlah komponen yang mengalami kendala atau bahkan tak berfungsi sama sekali.

Fungsi utama yang dimaksud adalah shutter, flash, diafragma serta lensa. Jika salah satu atau lebih dari empat komponen tersebut tak berfungsi ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk membelinya.

Memeriksanya bisa dengan memastikan rana bergerak apabila tombol shutter ditekan. Selanjutnya, diafragma dapat terbuka berdasarkan besaran yang telah ditentukan. Umumnya, diafragma terdapat pada jenis kamera SLR.

Hal berikutnya dan yang paling penting adalah jangan sampai lensa kotor atau bahkan berjamur. Jika untuk flash, bisa tergantung keinginan dan kebutuhan penggunanya. Beberapa fotografer lebih senang memotret dengan flash sementara beberapa yang lain tak menggunakannya.

3. Bandingkan harganya di pasaran

Lantaran tingginya kebutuhan pasar, pedagang kamera analog pun banyak bermunculan baik secara offline maupun online. Dengan pelbagai kisaran harga berbeda-beda, misal toko yang menjual di kisaran ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Oleh sebab itu, sebelum memutuskan membeli cobalah untuk membandingkan pelbagai harga di pasaran. Perhatikan pula kualitas serta deskripsi pada kamera yang ditawarkan, baru atau berkas serta keunggulan dan kelemahannya.

Kesimpulan

Itulah langkah dan cara menggunakan kamera analog serta tips sebelum membeli. Saat ini, jenis kamera analog banyak dipilih sebagai hobi, serta opsi fotografer dalam mengambil gambar. Bagi Anda yang pemula, pastikan menggunakan dan memilih dengan tepat untuk hasil yang lebih maksimal.

You May Also Like

About the Author: Rina Mustika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *